Robert Samosir: Camat dan Lurah Harus Aktif Hadapi Musim Hujan

Sentralinfo.com – Ketua Relawan Abadi Maulana (RAM) Kota Jambi, Robert Samosir, menyampaikan kegelisahan dan kekhawatirannya terhadap kondisi kebersihan lingkungan di Kota Jambi pascapelaksanaan program Operator Pengangkut Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM). Dia menyoroti masih adanya masyarakat yang membuang sampah ke selokan atau got, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Robert Selasa (13/10/2026). Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterimanya, kebiasaan membuang sampah ke saluran air masih ditemukan di sejumlah wilayah di Kota Jambi.

Robert menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Pasalnya, sampah yang menumpuk di dalam selokan dapat menghambat aliran air, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. “Jika sampah terus dibuang ke selokan, tentu kita khawatir saluran air tersumbat dan berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir saat hujan,” ujarnya.

Selain berpotensi menghambat aliran air, sampah di selokan juga dapat menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Kondisi ini, perlu segera ditangani agar kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Jambi tetap terjaga.

Meski demikian, Robert menegaskan bahwa dirinya mengapresiasi pelaksanaan program OPBM di Kota Jambi. Dia menilai program tersebut perlu didukung bersama agar tujuan penataan dan peningkatan kebersihan lingkungan dapat berjalan optimal.

Namun, menurut Robert, keberhasilan sebuah program kebersihan tidak cukup hanya melalui pelaksanaan kegiatan di lapangan. Perubahan perilaku masyarakat juga menjadi faktor penting agar sampah tidak kembali menumpuk di tempat yang tidak semestinya.

“Program OPBM tentu kita apresiasi. Akan tetapi, kita juga harus melihat kondisi di lapangan. Masih adanya masyarakat yang membuang sampah ke selokan menjadi persoalan yang perlu ditangani bersama,” ungkapnya.

Robert meminta Pemerintah Kota Jambi beserta seluruh jajaran terkait, termasuk Camat dan Lurah untuk lebih proaktif dalam menyikapi persoalan tersebut. Dia menilai upaya menjaga kebersihan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika program tertentu sedang dilaksanakan.

Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat, Lurah, hingga ketua RT memiliki peran penting dalam mengawasi kondisi lingkungan di wilayah masing-masing. Koordinasi antarlembaga dan perangkat kewilayahan dinilai diperlukan agar persoalan pembuangan sampah sembarangan dapat ditangani secara efektif.

Robert juga mendorong agar sosialisasi kepada masyarakat terus ditingkatkan, terutama mengenai pentingnya membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta menjaga saluran air tetap bersih.

Dia berharap para Ketua RT bersama masyarakat dapat mengambil peran aktif dengan mengingatkan warga agar tidak menjadikan selokan sebagai tempat pembuangan sampah. Dengan demikian, kesadaran menjaga kebersihan dapat tumbuh mulai dari lingkungan terkecil.

Selain sosialisasi, pengawasan secara berkala juga dinilai penting untuk mencegah kebiasaan membuang sampah ke selokan terus berulang. Apabila ditemukan titik-titik penumpukan sampah, penanganan perlu segera dilakukan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

Robert menekankan bahwa persoalan kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Kesadaran bersama menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Dia berharap program OPBM dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kedisiplinan masyarakat dalam mengelola sampah. Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan warga, upaya menjaga kebersihan Kota Jambi diharapkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan.

“Harapan kita, jangan ada lagi masyarakat yang membuang sampah ke selokan. Pemerintah dan seluruh pihak terkait perlu bergerak bersama, tetapi masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungannya masing-masing,” tegas Robert.

Menurutnya, menjaga selokan tetap bersih merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan, mulai dari memperlancar aliran air hingga mengurangi bau tidak sedap dan risiko genangan saat hujan.

Robert berharap perhatian terhadap persoalan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya hidup bersih di tengah masyarakat Kota Jambi, sehingga program penataan lingkungan yang telah berjalan dapat didukung oleh perubahan perilaku warga secara nyata. (*)