Kota Jambi, Sentralinfo.com – Ketua Relawan Abadi Maulana (RAM) Robert Samosir menanggapi langkah Pemerintah Kota Jambi dalam pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan pelaku UMKM melalui Wisata Kuliner Kota Tua.
Menurutnya, lokasi yang berada di kawasan Pasar Jambi tepat di depan Hotel Duta perlu dilakukan berbagai pembenahan infrastruktur.
“Pemerintah Kota jangan setengah hati dalam mengembangkan sektor pariwisata dan pemberdayaan UMKM. Hal utama perlunya penanganan serius, seperti aturan yang jelas melalui perda apakah disitu menjadi kawasan kuliner ataukah kawasan pusat elektronik,” kata Robert.
Robert menambahkan, diperlukan perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut, seperti perbaikan trotoar, lampu, dan seluruh ruko semestinya dicat ulang oleh para pemilik atau pengelola.
Selain itu, Lurah, Camat dan Satpol PP harus bergerak untuk membersihkan seluruh spanduk, baliho, kabel-kabel yang semrawut.
“Harapannya agar event yang digelar berkelanjutan. Kalau hanya membuat event musiman dinilai tidak akan berdampak pada perekonomian masyarakat,” sambungnya.
“Pemkot Jambi harus mampu melakukan terobosan supaya kawasan pasar menjadi pusat perekonomian masyarakat,” tambah Robert.
Pengembangan kawasan Kota Tua ini, tidak harus berfokus pada hiburan, namun juga dapat diupayakan sebagai sektor ekonomi kerakyatan, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga mampu menciptakan lapangan usaha baru yang dapat menghidupkan kawasan pasar kota Jambi.
Ketua Relawan Abadi Maulana (RAM) Robert Samosir menanggapi langkah Pemerintah Kota Jambi dalam pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan pelaku UMKM melalui Wisata Kuliner Kota Tua.
Menurutnya, lokasi yang berada di kawasan Pasar Jambi tepat di depan Hotel Duta perlu dilakukan berbagai pembenahan infrastruktur.
“Pemerintah Kota jangan setengah hati dalam mengembangkan sektor pariwisata dan pemberdayaan UMKM. Hal utama perlunya penanganan serius, seperti aturan yang jelas melalui perda apakah disitu menjadi kawasan kuliner ataukah kawasan pusat elektronik,” kata Robert.
Robert menambahkan, diperlukan perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut, seperti perbaikan trotoar, lampu, dan seluruh ruko semestinya dicat ulang oleh para pemilik atau pengelola. Selain itupula, lurah, camat dan satpol pp harus bergerak untuk membersihkan seluruh spanduk, baliho, kabel-kabel yang semrawut. “Harapannya agar event yang digelar berkelanjutan. Kalau hanya membuat event musiman dinilai tidak akan berdampak pada perekonomian masyarakat,” sambungnya.
“Pemkot Jambi harus mampu melakukan terobosan supaya kawasan pasar menjadi pusat perekonomian masyarakat,” tambah Robert.
Pengembangan kawasan Kota Tua ini, tidak harus berfokus pada hiburan, namun juga dapat diupayakan sebagai sektor ekonomi kerakyatan, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga mampu menciptakan lapangan usaha baru yang dapat menghidupkan kawasan pasar kota Jambi.(*)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.